DLH PERINGATI HARI OZON DAN HARI MENANAM POHON

PRINGSEWU-Upaya penanaman pohon di Kabupaten Pringsewu merupakan bagian dari kegiatan keseharian. Kegiatan yang sungguh mulia ini seyogyanya dapat kita tularkan. Dalam rangka menggerakan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon, Presiden RI telah menyerukan seluruh masyarakat untuk melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang selama hidup.

Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu mendukung langkah ini melalui kegiatan konservasi, persemaian, dan penyediaan bibit produktif yang semuanya dapat diperoleh masyarakat secara gratis.

Pada saat ini, Pemerintah Pusat sedang berupaya menggalakan pembangunan hutan serba guna, yaitu hutan dengan menggabungkan fungsi lindung dan produksi berupa hutan tanaman yang tidak hanya menghasilkan kayu, namun juga hasil hutan bukan kayu berupa buah-buahan dan hasil ikutan lainnya, serta jasa lingkungan seperti pariwisata, air, dan karbon, baik di kawasan hutan maupun di areal penggunaan lain. Program ini harus menjadi contoh dan dapat mulai diwujudkan di Kabupaten Pringsewu.

Hutan yang lestari mempunyai peran yang nyata dalam meningkatkan ketersediaan air sepanjang tahun pada aliran sungai. Peran ini dimiliki karena hutan memiliki sifat efek spons atau sponge effect dan memiliki kemampuan untuk menangkap kabut. Dua kemampuan ini menjadikan hutan dapat berfungsi sebagai green dam yang dapat memproduksi air, mengatur aliran air, serta memproteksi tanah dari ancaman erosi dan longsor. Keberadaan green dam sangat dibutuhkan terutama pada lahan-lahan yang merupakan daerah tangkapan air waduk/bendungan untuk menjaga ketersediaan air sehingga dapat memenuhi fungsinya dalam rangka menyediakan air untuk irigasi mendukung ketahanan pangan, energi air untuk listrik, serta air baku. Ancaman ke depan umat manusia adalah penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Pada tahun 2020, Pulau Jawa dan Bali diprediksi akan mengalami defisit air. Oleh karena itu, penanaman pohon dalam rangka membangun dan memelihara hutan perlu terus digalakan sehingga terbangun banyak hutan yang berfungsi sebagai green dam serta memberi manfaat perlindungan keanekaragaman hayati, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penyerapan karbon.

Dalam kesempatan ini, perlu kami sampaikan kembali bahwa pada saat Ini di beberapa tempat telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Bencana ini terutama disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak tepat, dimana lahan-lahan yang seharusnya berfungsi lindung digunakan sebagai lahan budidaya. Hal ini menyebabkan hilangnya kemampuan lahan yang berfungsi lindung untuk menyimpan dan mengatur tata air daerah aliran sungai. Oleh karena itu, kami meminta kepada para pihak untuk menjaga lahan-lahan yang berfungsi lindung, seperti hutan lindung, sempadan sungai, sempadan danau, daerah sekitar mata air, daerah resapan air, daerah rawan bencana, lahan yang mempunyai kelerengan di atas 40%, dan kawasan pantai berhutan bakau; dengan melakukan penanaman pohon.pohon yang mempunyai kemampuan menyimpan air seperti beringin, aren, randu, bambu, trembesi, gayam, kluwak, dan lain-lain.

Maksud dilaksanakannya Kegiatan Penanaman Pohon dalam rangka memperingati Hari Ozon 16 September, Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November, dan Bulan Menanam Nasional di Bulan Desember ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dari berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkelanjutan guna mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih (Clean Development Mechanism) serta menjadikan Kabupaten Pringsewu sebagai contoh dalam pengembangan tanaman yang bercirikan khas daerah, salah satunya dengan penanaman Pohon Bambu, selain tentunya sebagai tanaman pelindung tetapi juga mempunyai nilai estetika dan nilai budaya lokal.

Penanaman Pohon Oleh Bupati Pringsewu Bapak H. Sujadi

Tujuan dari Kegiatan Penanaman Pohon ini adalah :
Mengurangi dampak pemanasan global dan aplikasi Peringatan Hari Ozon, Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional.
Menjadikan Pringsewu, Kota Adipura yang menanam tanaman khas sebagai tanaman pelindung, meningkatkan absorbsi gas CO2, SO2 dan polutan lainnya, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor.
Meningkatkan upaya konservasi sumberdaya genetik tanaman pelindung dan penghijauan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman sebagai bagian dari sikap atau budaya bangsa yang melekat pada kehidupan sehari-hari.
menggalakan pembangunan hutan serba guna, yaitu hutan dengan menggabungkan fungsi lindung dan produksi, serta jasa lingkungan seperti pariwisata, air, dan karbon, baik di kawasan hutan maupun di areal penggunaan lain.

Puncak Peringatan Hari Ozon, Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Kabupaten Pringsewu di pusatkan di Telaga Gupit Pekon Mataram Kecamatan Gadingrejo. dibuka oleh Bupati Kabupaten Pringsewu Hi. Sujadi,dihadiri oeh Wakil Bupati Hi. Fauzi, Anggota DPRD Kab Pringsewu Anton Subabyo, Danramil Gadingrejo, Kapolsek Gadingrejo, Camat Gadingrejo, Asisten dan beberapa Kepala OPD, Kepala Pekon Tokoh Agama, Tokoh Masysarakat, Kelompok masyarakat sadar wisata, masyarakat pengguna air dan masyarakat sekitar telaga gupit.

Pada kesempatan ini dilakukan penanaman secara simbolis oleh Bupati, Wakil Bupati, Anggota DPRD dan Asisten dan bersama-sama dengan USPIKA Gadingrejo.

Selain melakukan penanaman Bupati Pringsewu (Hi. Sujadi), Wakil Bupati (Hi. Fauzi), Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu (Anton Subagyo), Kadis Lingkungan Hidup (Emil Riady), Kadis Pariwisata (Samsir) bersama-sama mengitari Telaga Gupit menggunakan Speed Boat.


Untuk Tempat dilaksanakannya penanaman, jenis tanaman dan jumlah yang ditanam yaitu :
A. Aliran Sungai Way Nenep Pekon Bulurejo
1. Waru Laut (320 batang)
2. Akasia daun lebar (320 batang)
3. Cendana (320 batang)
4. Jabon (320 batang)

B. Telaga Gupit Pekon Mataram
1. Bambu Bali (20 rumpun)
2. Bambu Jepang (20 rumpun)
3. Bambu Tali (20 rumpun)
4. Bambu Wulung (20 rumpun)
5. Bambu Petung (20 rumpun)
6. Bambu Legi (20 rumpun)
7. Jati Merah (320 batang)
8. Trembesi (150 batang)

Tinggalkan Balasan